Sebagai anggota KORPRI, kita wajib mengerti dan memahami makna yang terkandung dalam lambang KORPRI.  Dalam Lampiran Keputusan Musyawarah Nasional VII KORPRI Nomor: Kep-09/MUNAS VII/XI/2009 tentang Lambang KORPRI : Bentuk, Makna serta Penggunaannya, disebutkan bahwa lambang KORPRI adalah lambang organisasi KORPRI dengan bentuk dasar yang terdiri dari Pohon, Bangunan berbentuk balairung dan Sayap.

Pohon dengan 17 ranting, 8 dahan dan 45 daun melambangkan perjuangan sesui dengan fungsi dan peranan KORPRI sebagai aparatur Negara Republik Indonesia yang dimulai sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pohon juga melambangkan tradisi kehidupan masyarakat Indonesia. Pohon dengan dahan dan dedaunan yang tersusun rapi teratur melambangkan peran KORPRI sebagai pengayom dan pelindung bangsa sesuai dengan fungsi dan peranannya sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bangunan berbentuk balairung dengan lima tiang melambangkan tempat dan wahanan sebagai pemersatu seluruh anggota KORPRI, perekat bangsa dan untuk mendukung pemerintahan Republik Indonesia yang stabil dan demokratis, dalam upaya mencapai tujuan nasional dengan berdasarkan Pancasila dan Jatidiri, kode etik serta Paradigma Baru KORPRI.

Pondamen yang melandasi dan mendukung bangunan balairung adalah sebagai lambing loyalitas tunggal KORPRI terhadap pemerintah dan Negara, karena fungsi dari pondamen adalah memberi kekokohan dan kemantapan bagi bangunan yang berada diatasnya. Lantai gedung balairung yang tersusun harmonis pyramidal melambangkan mental mutu watak anggota KORPRI yang netral, jujur dan adil, yang tidak luntur sepanjang masa bekerja tanpa pamrih hanya semata untuk kepentingan bangsa dan Negara. Kelima tiang balairung merupakan representasi dari Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sayap yang besar dan kuat ber-elar empat di tengah dan lima di tepi melambangkan kekuatan, kiprah, pengabdian dan perjuangan KORPRI untuk mewujudkan organisasi yang mandiri dan professional dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan Pacasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pangkal kedua saya bersatu di tengah melambangkang sifat persatuan KORPRI di dalam satu wadah yang melukiskan jiwa korsa yang bulat sebagai alat yang ampuh, bersatu padu dan setia kepada pemerintah untuk menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan. Sayap yang mendukung balairung dan pohon, merupakan penggambaran hakekat tugas KORPRI sebagai pengabdi masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, bangsa dan negara.

Lambang dengan warna emas mempunyai arti keluhuran dan keagungan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Memahami makna lambang KORPRI pada momen peringatan HUT ke-41 KOPRI ini maka setiap anggota KORPRI selalu diingatkan pada jatidirinya, tugas dan peranannya, profesionalisme serta tujuan pengabdiannya.