Sebagai upaya mendorong terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mampu bekerja  dengan menrapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran, KORPRI Kabupaten Sleman selenggarakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ASN Kabupaten Sleman tahun 2018 di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa (4/9/18).

Pelakasana Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Suyono yang sekaligus menjadi penanggungjawab penyelenggaraan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa tujuan lain dari penyelenggaraan kegiatan MTQ ASN tingkat Kabupaten Sleman ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan terhadap isi dan makna Al-Qur’an.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan seni baca Al-Qur’an serta bentuk implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” jelas Suyono.

Kegiatan yang mengusung tema ‘melalui MTQ kita wujudkan ASN yang bersih dalam melayanu, berwibawa dalam bersikap dan bermartabat dalam perbuatan sesuai tuntunan Al-Quran’ ini diikuti oleh 78 orang peserta yang terdiri dari berbagai unsur yaitu unit KORPRI OPD (CPNS, PNS, dan BLUD), unit KORPRI Kecamatan (CPNS, PNS, dan Perangkat Desa), dan Sub unit KORPRI UPT Yandik (CPNS dan PNS).

Adapun sejumlah cabang yang dimusabaqohkan (dilombakan) dalam kegiatan tersebut yaitu cabang Tartil Al-Qur’an kategori Putra dan Putri, cabang Tilawah Al-Qur’an kategori Putra da Putri, cabang Hifh Al-Qur’an golongan Q.S Al Baqarah dan Juz ‘amma kategori Putra dan Putri serta cabang dakwah Qur’an kategori Putra dan Putri.

Dalam hal ini, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang secara simbolis membuka kegiatan MTQ ASN tingkat Kabupaten Sleman ini menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa  Semangat untuk membaca serta menghayati, mendalami isi dan mengamalkan ajaran Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari harus dipandang sebagai kebutuhan bagi setiap muslim.

“Kegiatan yang bersifat masal dan sarat dengan syiar Islam ini akan menjadi sia-sia dan percuma saja apabila tidak meninggalkan bekas dan pengaruh pada kinerja kita dalam melayani masyarakat. Upaya internalisasi isi kandungan yang terdapat didalam Al Qur’an yang dilakukan tidak boleh berhenti hanya sampai disini,” ujar Sri Purnomo.