Dalam rangka mendukung program pengembangan keanggotaan dan peningkatan peran serta anggota KORPRI dari jajaran instansi vertikal, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Perangkat Desa dalam bingkai keluarga besar, maka Dewan Pengurus (DP) KORPRI Kabupaten Sleman mengadakan Family Gathering KORPRI Kabupaten Sleman 2018.

Apa itu Family Gathering?

Dalam bahasa Indonesia, gathering sendiri sering di jadikan suatu sebutan untuk suatu kegiatan yakni Family Gathering, Company Gathering atau  Employee Gathering. Sedangkan secara umum, gathering sendiri mempunyai arti yaitu sebuah kegiatan yang diadakan oleh sebuah perusahaan, instansi, keluarga besar atau komunitas yang dilakukan bersama dalam satu waktu tertentu dan dalam satu lokasi, yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat lebih mempererat keakraban, kekeluargaan serta tali silaturrahmi antar anggota / karyawan.

Pengemasan kegiatan gathering sendiri sering dilakukan dalam bentuk rekreasional, yang di lakukan dalam suasana yang menyenangkan serta disisipkan dengan beberapa bentuk kegiatan outing seperti senam massal, jalan sehat, outboundpaintballrafting, tracking, tubing, cycling, cooking competition, FGD dan kegiatan tambahan lainnya yang akan disesuaikan dengan keinginan dari instansi tersebut. Dalam penyelenggaraannya Family Gathering tentu memiliki tujuan dan manfaat. Yaitu diantaranya Team building, Kebersamaan dan kerjasama (Team work), Peningkatan Kinerja.

Family Gathering KORPRI Kabupaten Sleman 2018 dilaksanakan dalam tema “Merajut Kebersamaan, Soliditas dan Solidaritas Korpri Demi Kesejahteraan Bersama”. Kegiatan tersebut dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 28 April 2018 bertempat di Desa Wisata Kerajinan Gamplong Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Acara ini diikuti kurang lebih 700 orang anggota KORPRI Kabupaten Sleman yang terdiri dari : Dewan Pembina KORPRI Kabupaten Sleman, Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman, Kepala OPD se Kab Sleman, Pimpinan BUMD, Perwakilan anggota KORPRI dari masing masing Unit KORPRI dan sub Unit KORPRI, Perwakilan anggota KORPRI dari instansi vertikal, perwakilan anggota KORPRI dari unsur Perangkat Desa, dan Perwakilan anggota KORPRI dari Pegawai BLUD.

Ketua Dewan Pembina KORPRI Sleman, Sumadi SH., MH., mengatakan bahwa kegiatan Family Gathering bertujuan untuk menciptakan suasana kekeluargaan yang cair, kedekatan dan keakraban antar anggota KORPRI. .Selain itu juga memberikan kesempatan refreshing anggota KORPRI dalam mengurangi resiko stress akibat beban rutinitas kerja serta meningkatkan solidaritas dan jiwa korsa anggota KORPRI dalam mendukung kesejahteraan bersama.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian anggota KORPRI dengan masyarakat yang belum beruntung melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah. Selain itu penyelenggaran kegiatan tersebut juga turut memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar yaitu dengan mengenalkan potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman,” tutur Sumadi

Sumadi menjelaskan bahwa ada beberapa kegiatan inti yang dilaksanakan pada Family Gathering tersebut. Pertama, Peserta mengikuti senam massal yang dilanjutkan dengan dengan jalan sehat menyusuri desa wisata kerajinan. Dalam jalan sehat tersebut, para peserta dapat menyaksikan proses produksi kerajinan masyarakat dan aneka hasil produksi kerajinan masyarakat Dusun Gamplong yang di pajang di show room.

Adakan ‘KORPRI Peduli’ dan Pasar Murah

Pada kegiatan ini Family Gathering ini, KORPRI Kabupaten Sleman juga mengadakan Program “KORPRI Peduli”. Kepala UPT Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman’ Rahmat Mustajab menjelaskan, program Kopri Peduli tersebut meliputi pemeriksaan keseha  tan gratis dan pemberian obat gratis kepada warga Desa Wisata Gamplong, Sumberrahayu. Ia berharap melalui pemeriksaan gratis tersebut dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat disekitar Dusun Gamplong. Kegiatan ini didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan RSUD Perambanan.

Menurutnya, dalam pemeriksaan kesehatan gratis tersebut antusias warga dan peserta cukup tinggi. “Awalnya panitia menargetkan 100 peserta, namun hingga kegiatan berakhir terdapat lebih kurang 150 orang warga yang memeriksakan kesehatannya,” kata Rahmat.

Dalam kegiatan tersebut panitia juga menggelar pasar murah dengan menyediakan 100 paket sembako yang dapat dibeli oleh masyarakat kurang mampu. Masyarakat dapat membeli sembako yang terdiri dari minyak goreng, gula pasir, mi instant, teh, dan terigu dengan nilai nominal Rp100.000 dan dapat dibeli hanya dengan harga Rp 25.000.

Hasil kerajinan warga sekitar juga mengisi stand-stand dalam kegiatan tersebut. “Kami melibatkan warga untuk mendisplay dan memasarkan hasil kerajinan setempat. Harapannya hasil kerajinan masyarakat dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas,” pungkas Rahmat.